Selasa, 05 Juli 2022

Dr Mohammad Kanzunnudin TAK TAHU BATAS USIA

 Dr Mohammad Kanzunnudin

TAK TAHU BATAS USIA

berkaca pada masa senja

langit barat merah tembaga

daun-daun berjatuhan

tak ada yang kuasa menahan

gelombang laut surut

waktu menunjuk larut

jam merekam peristiwa temaram dan suka

selama perjalanan usia

sejak bayi hingga kini

mengalir bagai air kali

terus dijalani

rajutan sesal dan suka dinikmati

hidup digayut misteri

terus dititi-dicari

meski tak tahu batas tepi

tak tahu sampai dimana

tak tahu batas usia

tak tahu bertanya apa

membaca firman-Nya

yang kasat mata

yang tak tertera

sampai berapa batas usia

Kudus, 20 Juni 2022

Selasa, 14 Juni 2022

Tidak mudah mengamati perkembangan sastra di Indonesia. Oleh: Rg Bagus Warsono

 Tidak mudah mengamati perkembangan sastra di Indonesia.

Oleh: Rg Bagus Warsono


Perkembangan sastra di  Indonesia adalah perkembangan pengarangnya yang terus bertambah di setiap daerah. Dulu Korie Layun Rampan bisa mengamati perkembangan melalui media cetak saat itu. Kurator banyak dibantu dari  memperhatikan kolom budaya di media daerah dan nasional dan media-media itu bisa didapat di kota-kota besar.

Sekarang perkembangan sastra begitu pesat hingga tak terpantau. Di setiap kota kabupaten timbun bagai jamur penyair-penyair kita. Sepuluh tahun lalu penulis bisa mengamati perkembangan dan pertumbuhan sastra Indonesia di Bali. Sekarang siapa pun tak akan mampu mengamati  perkembangan sastra dan sastrawannya di Indonesia. Bagaimana tidak sekarang di tiap Kabupaten ada penyair. Sedangkan kita memiliki 514 Kabupaten kota se Indonesia dari 34 propinsi.

Di 514 Kabupaten kota itu hampir semuanya memiliki penyair yang tinggal di tiap Kabupaten kota itu. Dan bukan tidak mungkin mereka telah mengeluarkan antologinya.

Kemudian bertambah jumlah penyair di tiap kota itu dan tahun berikutnya bertambah lagi.

Di tempat lain muncul berbagai daftar sastrawan yg hanya berdasar data tanpa melihat karya yang dipertanggungjawabkan.   






Jumat, 27 Mei 2022

"SISA-SISA GESANG" MERAWAT PENYAIR DARI GERSANG oleh :Khalid Alrasyid

 "SISA-SISA GESANG" MERAWAT PENYAIR DARI GERSANG

oleh :Khalid Alrasyid 

Antologi "Sisa-Sisa Gesang" adalah sebuah penghormatan yang luar biasa dari Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia untuk merawat puisi. Lebih-lebih antologi ini wabil khusus untuk penyair senior yang sudah tidak diragukan lagi keberadaanya. Ini semacam zikir penyair sepuh untuk kita ikuti kepenyairannya, serta ajang silaturahmi para penyair senior yang lama bersemedi. Harapannya agar para penyair yang berusia di atas 60 tahun tetap menjadi lentera yang terus menyala serta guyub dalam berkarya, sebagaimana ruh yang dititipkan ke kita.

RgBagus Warsono  seakan tidak pernah kehilangan ide untuk terus menjadikan puisi semakin digandrungi di zaman digital, di mana banyak sastra maya bertebaran tanpa kejelasan. Apa yang dilakukan RgBagus Warsono  merupakan bentuk agar nyawa puisi semakin panjang, karena siapapun yang mencintai puisi punya peran untuk membersamai puisi sampai jauh ke masa depan. Seperti biji yang bertumbuh menjadi sebuah pohon, dimana ranting-ranting dan daun-daun meneduhkan, Lumbung Puisi menjadi tempat yang nyaman untuk kita merebah riuhkan puisi tanpa cekam.

Khalid Alrasyid 

Prajurit penikmat dan pecinta puisi








Kepala Enam / Sisa2 Gesang.

 Kepala Enam / Sisa2 Gesang.


Kesaksian dan memoar sangat penting bagi perjalanan hidup seorang sastrawan. Penulis zaman dulu kerap menulis apa saja dalam kehidupan penyair idolanya. HB Jassin pun demikian, sampai sekecil peristiwa pada diri tokoh sastrawan yang disorotinya diceritakan dalam tulisan.

Sebetulnya kami hendak mengumpulkan memoar berupa tulisan esai mereka, para penyair yang kepala enam dimintai tulisannya tentang apa saja, Karena saat ini penyair sepuh begitu banyak, maka kami mengumpulkan puisinya saja. Kemudian masa dan perjalanan para tokoh penyair yang kini berkepala enam lebih tidak semua diikuti.

Mengapa perjalanan hidup para tokoh sastrawan itu menarik untuk di baca masyarakat? Karena ada sesuatu yang unggul dalam kehidupan para sastrawan. Utuy Tatang Sontani , Pramoedya Ananta Toer, Chairil Anwar sampai Saini KM kehidupannya tak lepas dari incaran penulis. (rg bagus warsono)



Dr Mohammad Kanzunnudin TAK TAHU BATAS USIA

 Dr Mohammad Kanzunnudin TAK TAHU BATAS USIA berkaca pada masa senja langit barat merah tembaga daun-daun berjatuhan tak ada yang kuasa mena...